Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Juni 2013

Pembela Kaum Minoritas

warungarsip:
Maman Imanulhaq, kiai muda pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan, Ciborelang, Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat. Oleh majalah Tempo pada 2010, Kiai Maman dijuluki sebagai segelintir kiai muda progresif yang membela hak-hak kaum berkeyakinan minoritas seperti Katolik dan Ahmadiyah.

Jalan pembelaan itu bukan datang begitu saja. Tapi melalui pergulatan hidup dan bahan bacaan. Jika di pesantren ia dengan khusyuk menyimak Kitab Jalalain, maka ketika memasuki SMA ia dihadapkan pada sebuah realitas melihat dunia hitam putih sebagaimana digambarkan oleh sebuah buku tentang kehidupan surga dan neraka. Hingga ia berjumpa dengan karya Nurcholish Madjid dan Gus Dur.

Bagaimana pergulatannya dengan buku? Dan lebih penting lagi bagaimana Kiai Maman mentransformasikan kebiasaan membacanya kepada santri-santrinya.

Jumat, 14 Juni 2013

Penerbit :    Penerbit Buku Kompas
Edisi :    Soft Cover
Tgl Penerbitan :    2008-00-00
Bahasa :    Indonesia
Halaman :    168 hlm
Ukuran :    0x0x0 mm
 
Sinopsis Buku:
Dengan zikir kepada Allah, hati kita mendapatkan siraman Nur Ilahi. Mendapatkan ketenteraman lahir dan batin, bersih dari berbagai prasangka, dendam, dan amarah. Tetapi, orang yang kosong dari zikir condong pada perpecahan bukan kebersamaan; memelihara ke- curigaan, bukan kemesraan; muncul prasangka dan fitnah, bukan cinta dan ketulusan.

Buku ini pun menguraikan kualitas keimanan dan kesalehan sosial, kunci sukses umat Islam berdasarkan Al Quran. Juga mengenai ke- istimewaan hari Jumat, makna doa, fungsi masjid, termasuk ihwal perempun salehah.

K.H. Maman menguraikan semuanya dengan renyah, ringan, tetapi sarat makna. Sehingga siapa pun yang membaca buku ini akan mendapat pencerahan spiritual.

Fatwa dan Canda Gus Dur



Fatwa dan Canda Gus Dur
oleh: KH. Maman Imanulhaq Faqih
   
   
Penerbit            :       Penerbit Buku Kompas
Edisi                 :       Soft Cover
ISBN               :       9797094676
ISBN-13          :       9789797094676
Tgl Penerbitan  :       2010-02-08
Bahasa             :       Indonesia
Halaman           :       248














Sinopsis Buku:
Dalam acara Malam Amal "Satu Jam Bercanda Bersama Gus Dur", Jaya Suprana bertanya pada Gus Dur, berapa besar dana yang akan ia sumbangkan pada lembaga Rumah Sahabat Anak Puspita? Gus Dur menjawab mantap, "Lima puluh juta rupiah!" Beberapa bulan kemudian, panitia pembangunan rumah singgah bagi anak jalanan itu datang ke kediaman Gus Dur di Ciganjur untuk menanyakan sumbangan yang telah dijanjikan. Dengan ringan Gus Dur menjawab, "Lho, nama acaranya kan ’Satu Jam Bercanda Bersama Gus Dur’. Jadi, aku janji pun hanya bercanda!" Semua melongo dan cuma bisa tersenyum kecut.

GUS DUR memang unik. Ia manusia multidimensi penuh karisma, yang diyakini sebagian umat sebagai pemilik indra keenam, yang membuatnya mampu melihat hal-hal yang tak mampu di lihat mata orang biasa. Berbagai fatwa (nasihat) yang kerap ia lontarkan dalam bentuk jokes yang memancing gelak tawa justru kian mengukuhkan dirinya sebagai seorang ulama besar. K.H. Maman Imanulhaq Faqieh atau Kang Maman adalah ulama muda yang sangat dekat dengan Gus Dur, khususnya sejak tahun 2006. Sehari-hari ia terus mendampingi Gus Dur hingga akhir hayatnya, 30 Desember 2009. Lewat buku ini Kang Maman berbagi suka dukanya hidup bersama mantan Presiden Indonesia yang keempat itu.

Apa saja kata-kata yang pernah dilontarkan Gus Dur selama kurun waktu tiga tahun itu? Dalam buku ini Kang Maman menuliskan kembali sebagian fatwa gurunya itu, termasuk yang disampaikan dalam format banyolan yang selalu membuat orang tertawa, bahkan terperangah, karena sering terbukti: dalam kebutaannya Gus Dur mampu memandang lebih jauh dari apa-apa yang bisa kita lihat dan pahami.

Buku ini juga akan mengajak kita merasakan atmosfir kehidupan keseharian Gus Dur yang unik dan jenaka, namun kadang juga aneh, bahkan menjengkelkan. Silakan nikmati pula VCD Serambi Gus Dur berisi rekaman obrolan Gus Dur dengan Kang Maman, yang menjadi sisipan buku ini.

















 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review